2 Jurus Utama Mengelola Gaji Secara Efektif dan Efisien

5 min read

cara mengelola gaji penghasilan efektif efisien

cara mengelola gaji penghasilan efektif efisien

“Waduh, baru tanggal 10 gaji kok sudah tinggal segini?”.

Apakah Anda pernah mendengarkan keluhan seperti ini? atau Anda sendiri mengalaminya?

banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengatur gaji atau penghasilan yang setiap bulan diterima. bahkan ada beberapa yang sudah kehabisan uang sebelum pertengahan bulan sehingga harus berutang pada teman atau keluarga bahkan kartu kredit untuk bertahan hidup hingga waktu gajian.

itu semua terjadi karena tidak terkelola-nya pengeluaran sehingga nilainya lebih besar dari gaji yang diterima, alias besar pasak dari pada tiang.

Jurus dasar untuk mengelola gaji yang Anda terima adalah tanya pada diri Anda : Ini Kebutuhan atau Keinginan?

dengan memberikan pertanyaan itu kepada diri Anda, secara Psikologis akan membuat Anda berpikir ulang dan menimbang-imbang sebelum membeli barang-barang.

Mau Tahu 2 Jurus Utama Mengeloka Keungan? Lanjutkan membaca…..

Jurus 1 – 7 Jurus untuk mengelola keuangan Anda.

1. Buat Anggaran Bulanan dan Ikuti Anggaran itu

cara mengelola gaji cara membuat anggaran bulanan

Saat membuat acara di kampus, kantor atau di mana pun langkah awal setelah konsep acara jadi adalah membuat anggaran. setelah dana turun, mengelola dana tersebut secara efektif dan efisien sehingga acara bisa terlaksana dengan baik.

Lakukan hal seperti itu juga dalam mengelola Gaji Anda. setelah menerima gaji buatlah Anggaran Bulanan Anda. susun lah berdasarkan Kewajiban/Primer dan keinginan/Tersier Anda.

Contoh Kewajiban/Primer :

  • Tagihan Listrik atau Telepon
  • Cicilan Rumah dan atau kendaraan
  • Biaya Sekolah anak.
  • Biaya Bensin
  • Biaya Makan (makan secara sederhana bukan hedon)
  • biaya keamanan rumah dan sampah, dll

contoh Keinginan/Tersier:

  • Shopping
  • Traveling keluar kota atau luar negeri (membutuh biaya besar)
  • Makan di tempat-tempat tidak biasa (Caffe, restoran, dll)
  • Menonton di bioskop
  • Membeli gadget ter-update, dll

catatan:

Pengeluaran Primer dan Tersier masing-masing orang berbeda-beda sehingga masing-masing kita perlu mendefinisikannya dan membuat daftarnya sehingga mempermudah Anda untuk mengelola gaji dengan baik.

2. Utamakan Membayar Tagihan

cara mengelola gaji penghasilan tagihan kewajiban

saat Anda lupa membayar tagihan-tagihan ada risiko terkena penalti. lupa bayar listrik, selain kena denda juga kena pemutusan listrik. sehingga disarankan utamakan untuk membayar tagihan-tagihan, karena tidak membuat Anda mengeluarkan biaya tambahan karena denda.

Baca ini juga:  Kredit Mobil Murah Cicilan 1 Juta

Mengutamakan membayar tagihan / kewajiban membuat Anda akan menyesuaikan gaya hidup berdasarkan sisa gaji yang Anda miliki. Kebanyakan orang menjadi lebih konsumtif saat:

Membawa uang tunai lebih banyak di dompet. Bisa disiasati dengan membawa uang secukupnya atau lebih sedikit.
Membawa kartu debit dan tahu saldo kartu tersebut. Bisa Disiasati dengan cara membuat 2 tabungan dan kartu debit yang dibawa adalah kartu dengan saldo yang minim.

Jika dengan membawa uang tunai banyak dan tau kartu debit Anda memiliki saldo yang cukup banyak,tetapi Anda bisa menahan diri untuk konsumtif. Selamat, Anda Luar Biasa!.

3. Sisihkan Untuk Di-tabung

cara mengelola gaji tabungan

sumber gambar: https://www.moneysmart.id/

Suatu hari Bp. Miyanto pensiun dan uangnya digunakan untuk usaha. karena kurang pengalaman berusaha uang pensiun untuk modal habis, tetapi Bp Miyanto tidak takut karena masih punya tabungan yang cukup untuk masa pensiunnya.

Bu Kasiani difonis sakit tipus dan harus dirawat inap. Bu Kasiani menggunakan asuransi namun karena kamar sesuai kelas sedang penuh dia harus naik kelas. Bu Kasiani tidak kuatir karena mempunyai tabungan yang cukup untuk membayar biaya selisih kamar tersebut.

Saat menerima gaji, sebaiknya segera disisihkan Dana untuk tabungan sehingga Anda memiliki dana yang akan dinikmati di masa depan.

ingat Tujuan Tabungan bukan untuk “menyimpan” uang dan sewaktu-waktu bisa Anda gunakan. uang ditabungan hanya boleh digunakan jika kondisi sangat mendesak.

lebih baik gunakan rekening yang minim biaya administrasi dan tanpa ATM/kartu debit sehingga membuat Anda susah/ribet jika akan menggunakan dana di tabungan. Contoh rekening-nya adalah produk Bank Indonesia “Tabunganku” pelajari dengan klik Di sini.

4. Buat Catatan Pengeluaran dan Pemasukan Harian

setiap hari bahkan bulan sering kali setiap orang mempunyai pengeluaran yang berbeda-beda. untuk mengetahui secara tepat dan memperbaiki manajemen pengeluaran diperlukan catatan harian, sehingga bisa dibandingkan setiap hari dan setiap bulan kira-kira ada pengeluaran yang bisa diatur kembali.

Analisa kembali pengeluaran harian Anda. contoh, dari catatan ditemukan Anda membeli rokok atau membeli jajan yang nilainya lebih besar dari biasanya. hal ini bisa segera Anda perbaiki dengan memiliki catatan harian.

5. Gunakan Lebih dari Satu Rekening Bank

Bu Cici yang sedang mempromosikan kontrakannya menerima telp dari calon penyewa:

calon penyewa: Halo Bu, sy tadi sudah melihat rumah yang akan dikontrakan.

Bu Cici:  wah, kok tidak mengabari saya biar bisa melihat dalamnya juga. bagaimana pak?

calon penyewa: saya dan Keluarga Cocok Bu. rumah dan lingkungannya bagus.saya mau kontrak 3 tahun langsung.

Bu Cici: (dengan hati riang gembira….). Syukurlah kalau bapak Cocok. Kapan bisa Kasih uang tanda jadi pak?

Calon penyewa: Saya minta nomer rekeningnya Bu. saya segera kirim 10 juta untuk tanda Jadi.

Bu Cici: nomer rekening saya SMS.

Setelah 1 Jam…

Baca ini juga:  Cara Pengajuan Kartu Kredit Online Secara Cepat Dan Mudah

Calon Penyewa: Bu, saya sudah transfer tetapi buktinya tidak keluar. tolong segera dicek di ATM, uang saya sudah masuk?

Bu Cici: (segera ke ATM) dan ditelpon kembali dari Calon Penyewa.


Calon Penyewa: Sudah Di ATM Bu? uang saya sudah diterima?

Bu Cici: Saya sudah di ATM. Tidak ada Uang Masuk.

Calon Penyewa: Begini Bu, ibu Perlu menekan beberapa menu agar uang bisa masuk. (Bu Cici Segera dibimbing untuk menekan beberapa menu)

Bu Cici: setelah di pandu oleh calon penyewa,Bu Cici cek saldo dan kaget. Lho Pak, Kok uang saya malah habis?

Calon Penyewa: hehehehehehe…..terima kasih ya Bu….senang bekerja sama dengan Anda (kemudian menutup telpon).

Bu Cici: Dasar Penipu. untung saja ini rekening khusus transaksi. Saldonya hanya ada Rp 200.000. kalau tidak bisa kena tipu banyak

Selain untuk keamanan keuangan Anda dari kelemahan Anda menahan diri untuk tidak mengurangi konsumtif, cara ini bisa juga digunakan untuk keamanan Anda dari kejahatan perbankan yang masih sering terjadi.

6. Ingat untuk Investasi

setelah sebagian gaji ditabung, ingat juga untuk melakukan investasi. bisa investasi kesehatan dengan ikut asuransi. investasi di emas, reksa dana dll. jika menabung tetap bisa Anda ambil kapan saja, tetapi dengan investasi uang Anda disimpan dalam bentuk lain dan tidak bisa diambil kapan pun. cara ini membuat seolah-olah Anda benar-benar tidak bisa menggunakan uang Anda namun uang Anda akan menghasilkan keuntungan di masa depan.

Contoh Investasi:

  • Reksa Dana
  • Obligasi

7. Analisa kembali Catatan Harian dan Bulanan Anda dan Bandingkan dengan Anggaran

Dalam melaksanakan Anggaran yang dibilang efektif dan efisien adalah penggunaan dana tidak lebih dari Anggaran.

Dengan rumus tersebut lakukan hal itu juga pada catatan pribadi Anda. Anda dapat melakukan revisi atas anggaran dan menyusun kembali pengeluaran Premier dan Tersier Anda.

Untuk mempermudah melakukan 7 Jurus Mengelola Gaji. Anda Bisa menerapkan Jurus ke-2, Yaitu 10 – 20 – 30 – 40

Jurus 2 – 10 – 20 – 30 – 40

 

 

Apa itu Jurus 10 – 20 – 30 – 40?

Angka-angka tersebut merupakan Persentase pembagian gaji / penghasilan yang sebaiknya dilakukan oleh semua orang untuk mengelola keuangan lebih baik.

cara mengelola gaji

sumber gambar: https://ekonomi.kompas.com/

10 Persen Untuk Kegiatan Sosial atau Kebaikan

Semua agama dan kepercayaan mengajarkan untuk melakukan kebaikan atau berbagi dengan orang lain. 10 persen bukanlah angka mutlak, Anda bisa sesuaikan dengan hati nurani Anda atau ajaran agama.

Kebaikan atau kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan adalah:

Memberikan dana untuk Panti Asuhan atau pembangunan tempat ibadah
Untuk Membantu orang tua atau orang lain (secara bijaksana) yang membutuhkan.
Bantuan untuk daerah-daerah yang terkena bencana alam,dll

20 Persen Untuk Masa Depan

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan sehingga perlu memiliki dana untuk berjaga-jaga. Seperti Dana Darurat (Sakit, kendaraan rusak, Acara Pernikahan, dll).

Baca ini juga:  Cara Mudah Kredit Handphone Di Carrefour Dengan Atau Tanpa Kartu Kredit

Dana juga bisa digunakan untuk uang muka kepemilikan rumah, Dana Sekolah, Dana Pensiun, dll

Untuk pemenuhan dana masa depan ini sangat disarankan untuk menggunakan produk investasi yang telah dipelajari keuntungan dan meminimalkan resiko yang akan dihadapi. Seperti Tabungan, Deposito, Reksa Dana dan Emas, Dll.

30 Persen Untuk Membayar Kewajiban

Sudah punya uang untuk uang muka kepemilikan rumah atau kendaraan maka dana yang digunakan untuk membayar kewajiban atau cicilan maksimal 30 persen dari total gaji Anda.

Sangat Disarankan jika memiliki utang adalah jenis utang produktif seperti utang untuk membeli rumah, kendaraan, atau peralatan untuk kebutuhan yang sifatnya produktif.

Utang Produktif adalah utang yang dapat mendatangkan keuntungan.

Contoh:

Utang untuk membeli tanah atau properti. Setiap tahun nilai properti meningkat sehingga jika di masa angsuran dijual, hasilnya dikurangi utang Anda masih memiliki uang lebih / keuntungan.

utang untuk membeli kendaraan dan kendaraan digunakan untuk usaha seperti rental kendaraan, atau didaftarkan di aplikasi online. Hasil dari usaha tersebut dapat digunakan untuk membayar cicilan utang bulanan.
Tapi jika kendaraan itu digunakan untuk operasional sehari-hari maka menjadi utang konsumtif.

Jika Anda masih menyewa rumah, bisa dimasukkan dalam alokasi ini.

Warren Buffet salah satu orang terkaya di Dunia mengatakan:

“If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need”

Arti: Jika Anda membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan, Anda akan secepatnya menjual barang-barang yang Anda butuhkan”

40 Persen untuk Kebutuhan Hidup

Sangat disarankan untuk kebutuhan hidup dipenuhi dengan 40 persen dari total gaji / penghasilan Anda.

Contoh Kebutuhan Hidup

  • Biaya Makan
  • Biaya transportasi
  • Biaya Telepon dan Listrik
  • Biaya Televisi langganan
  • Biaya Rekreasi
  • Biaya Sampah, Keamanan, dll

Untuk kebutuhan hidup ini lakukan pengelompokan dari kebutuhan Primer dan tersier sehingga pengelolaan uang Anda lebih efektif dan efisien.

Contoh Penerapan Jurus 10 – 20 – 30 – 40

Total Gaji Rp 3.000.000

Anggaran Kebaikan (10%) Rp 300.000
Anggaran Masa Depan (20%) Rp 600.000
Anggaran Cicilan (30%) Rp 900.000
Anggaran Kebutuhan Hidup (40%) Rp 1.200.000

Cukup Sederhana Bukan?

Silakan kombinakan 8 Jurus Mengelola Keuangan dan Jurus 10 – 20 – 30 – 40 sehingga Gaji Anda terkelola dengan baik

 


Sudah Baca Artikel ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!